Rabu, 13 Juni 2012

Peran Lembaga Keuangan dalam Perekonomian

PERANAN LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN



I. JENIS LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga keuangan terdiri dari bank-bank umum serta lembaga keuangan nonbank. Bank umum adalah bank-bank yang kewajiban-kewajibannya terdiri dari saldo rekening koran.Di Indonesia bank-bank umum ini meliputi bank-bank devisa (baik milik pemerintah maupun swasta), bank asing serta bank pembangunan. Sedangkan lembaga-lembaga keuangan nonbank terdiri dari lembaga-lembaga yang bergerak dalam pasar modal atau dalam pengumpulan modal seperti bank-bank dan lembaga tabungan, perusahaan asuransi, lembaga-lembaga penanaman modal, lembaga pensiun dan sebagainya. Bank-bank umum ini beserta otoritas moneter merupakan sistem moneter di Indonesia. Otoritas pusat, dalam hal pemerintah melakukan kegiatan/fungsi moneter, seperti misalnya transaksi dengan IMF atau mengadakan pinjaman dari luar negeri untuk memperkuat cadangan devisa.

Ø PERANAN LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga-lembaga keuangan dapat menawarkan berbagai jenis surat berharga menurut besar/kecilnya nilai atau jangka waktunya. Selain itu, resiko yang ditanggung oleh penabung menjadi kecil, karena lembaga keuanganan ini biasanya merupakan usaha yang cukup besar bila dibanding dengan usaha individual. Bagi para peminjam dana (investor), lembaga keuangan ini dapat memberikan pinjaman dalam jumlah yang besar serta dalam jangka waktu yang relatif lama sehingga dapat memperkecil/mengurangi ongkos untuk mendapatkan pinjaman dari penabung-penabung kecil. Di samping itu, lembaga-lembaga keuangan kadangkala memberikan jasa analisa investasi dan pasar yang sangat diperlukan dalam rangka menanamkan pinjaman/modalnya. Bagi pemerintah, lembaga keuangan dapat membantu memobilisir dana masyarakat untuk menunjang ekonomi. Apabila lembaga keuangan suatu perekonomian masih sederhana/belum maju, aliran dana dari penabung ke peminjam/investor dapat terganggu. Seperti misalnya, kurangnya informasi tentang tersedianya dana atau kurangnya prasarana untuk melakukan transfer dana mengakibatkan investasi tidak dapat dilakukan seefisien mungkin, sehingga pendapatan nasional dapat berada di bawah potensiilnya.

Peranan BANK SENTRAL
Ø FUNGSI BANK SENTRAL
Bank sentral pada dasarnya mempunyai tugas untuk memelihara supaya sistem moneter itu bekerja secara efisien sehingga dapat menjamin tercapinya tingkat pertumbuhan kredit/uang beredar sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tanpa mengakibatkan inflasi. Guna mencapai sasaran ini bank sentral bertanggung jawab atas dua hal, yakni pertama, perumusan serta pelaksanaan kebijaksanaan moneter. Kedua, mengatur, mengawasi serta mengendalikan sistem moneter.
Bank sentral mempunyai tugas:
ü Memperlancar lalu-lintas pembayaran sehingga dapat cepat dan efisien. Untuk memenuhi tujuan ini, bank sentral melakukan dua hal yakni, pertama dengan menciptakan uang kertas. Dengan demikian apabila kebutuhan masyarakat akan uang kertas meningkat bank sentral dapat memenuhinya. Kedua, bank sentral juga melakukan clearing antarbank umum, yakni penyelesaian pembayran antarbank-umum.
ü Sebagai pemegang kas pemerintah,
ü Mengatur dan mengawasi kegiatan bank-bank umum
ü Melakukan pengumpulan serta analisa data ekonomi nasional dan internasional.

v BANK INDONESIA SEBAGAI BANK SENTRAL
Undang-undang yang mengatur Bank Indonesia adalah UU No.13 Tahun 1986. Dalam pasal 7 undang-undang ini disebutkan bahwa tugas pokok Bank Indonesia adalah membntu pemerintah dalam hal:
a. Mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah
b. Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.
Selain itu,
(1) Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang kertas dan logam. Sebelum permulaan tahun anggaran, pemerintah menentukan jumlah maksimum uang kertas tersebut di atas yang akan beredar dalam tahun yang bersangkutan dan mencantumkannya dalam Nota Keuangan.
(2) Bank Indonesia dapat mencabut kembali uang yang dikeluarkannya serta menariknya dari peredaran.

Perbankan, salah satu sektor yang diharapkan berperan aktif dalam menunjang kegiatan pembangunan nasional atau regional. Peran itu diwujudkan dalam fungsi utamanya sebagai lembaga intermediasi atau institusi perantara antara debitor dan kreditor. Dengan demikian, pelaku ekonomi yang membutuhkan dana untuk menunjang kegiatannya dapat terpenuhi dan kemudian roda perekonomian bergerak
Lembaga Keuangan Mikro atau Micro Finance Institution merupakan lembaga yang melakukan kegiatan penyediaan jasa keuangan kepada pengusaha kecil dan mikro serta masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak terlayani oleh Lembaga Keuangan formal dan yang telah berorientasi pasar untuk tujuan bisnis.
Pinjaman dalam bentuk micro credit merupakan salah satu yang ampuh dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa, ketika pinjaman diberikan kepada mereka yang sangat miskin, kemungkinan besar pinjaman tersebut tidak akan pernah kembali. Hal ini wajar saja, mengingat mereka (the extreme poor) tidak berpenghasilan dan tidak memiliki kegiatan produktif. Program pangan dan penciptaan lapangan kerja lebih cocok untuk masyarakat sangat miskin tersebut. Sedangkan sebagian masyarakat lain yang dikategorikan miskin namun memiliki kegiatan ekonomi (economically active working poor) atau masyarakat yang berpenghasilan rendah (lower income), mereka memiliki penghasilan, meskipun tidak banyak. Untuk itu diperlukan pendekatan, program subsidi atau jenis pinjaman mikro yang tepat untuk masing-masing kelompok masyarakat miskin tersebut.
Pada lembaga keuangan mikro ini dapat menumbuhkan minat masyarakat di pedesaan untuk berusaha atau menumbuhkan pengusaha-pengusaha kecil di pedesaan, yang pada akhirnya dapat membantu program pemerintah untuk :
1.   Meningkatkan produktivitas usaha masyarakat kecil di pedesaan.
2.   Meningkatkan pendapatan penduduk desa.
3.   Menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan, sehingga dapat memperkecil keinginan masyarakat pedesaan melakukan urbanisasi.
4.   Menunjang program pemerintah dalam mengupayakan pemerataan pendapatan penduduk desa dan upaya pengentasan kemiskinan.

Lembaga keuangan mempunyai peran sangat penting bagi pemerintah maupun masyarakat. Dapat dilihat dengan contoh dibawah ini :
1) Proses Makro Ekonomi Tanpa Lembaga Keuangan
Proses : Perusahaan menghasilkan barang dengan menyewa/membeli faktor produksi dari rumah tangga. Pendapatan sektor rumah tangga yang diperoleh dari menyewakan/menjual faktor produksi digunakan untuk membeli barang-barang yang dihasilkan oleh perusahaan. Dengan demikian nilai total barang dan jasa yang dihasilkan (GNP) ini akan sama dengan pendapatan yang berupa : upah, keuntungan dan sewa. Aliran barang sama dengan aliran uang. Apabila sektor rumah tangga tidak membelanjakan semua pendapatannya, maka timbulah tabungan. Dengan sendirinya tidak semua barang yang dihasilkan oleh perusahaan bisa terjual. Namun, perusahaan tidak hanya menghasilkan barang konsumsi saja, tetapi juga barang-barang keperluan perusahaan sendiri dan juga persediaan. Pengeluaran perusahaan untuk tujuan ini disebut investasi. Untuk membiayai pengeluaran ini diperlukan dana. Lembaga keuanganlah yang menghubungkan dana yang tersedia/tabungan dari sektor rumah tangga dengan yang memerlukan untuk investasi.
2) Proses Ekonomi Dengan Adanya Lembaga Keuangan
Dengan adanya lembaga keuangan, keuntungan yang diperoleh antara lain sebagai berikut : Lembaga-lembaga keuangan dapat menawarkan berbagai jenis surat berharga menurut besar/kecilnya nilai atau jangka waktunya. Dengan demikian bagi para penabung dapat memilih bentuk-bentuk tabungannya sesuai dengan nilai dan jangka waktu yang dikehendaki. Selain itu, risiko yang ditanggung oleh penabung menjadi lebih kecil, karena lembaga keuangan ini biasanya merupakan usaha yang cukup besar dibandingkan dengan usaha individual.

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus