Rabu, 23 Maret 2011

KARYA TULIS ILMIAH "PENGARUH FILM PORNO (BLUE FILM) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

ANGKET PENELITIAN

PETUNJUK PENGISIAN KOESIONER PENELITIAN
  1. Koesioner ini dilakukan dalam rangka melengkapi data penelitian untuk membuat karya ilmiah dengan judul “PENGARUH FILM PORNO ( BLU FILM ) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA’’.
  2. Pengisian koesioner ini tidak berdampak negative terhadap prestasi atau tugas-tugas saudara dan jawaban tetap dijaga kerahasiaannya.
  3. Saudara diharapkan memberi jawaban dengan sejujurnya dan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Soal pernyataan, isi jawaban sesuai option yang tersedia jika a.Sangat setuju , b.Setuju , c.Tidak setuju , d.Sangat tidak setuju .
  1. Terima kasih atas bantuan dan partisipasi saudara mengisi koesioner ini dengna bantuan saudara memperlancar penelitian dalam penyusunan karya ilmiah.

Peneliti : Devy Darnitasari
Andi Febryanti pratiwi
Kelas : XII IPA 1 ( exact one )








LAMPIRAN ANGKET PENELITIAN
PENGARUH FILM PORNO ( BLU FILM)
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

Nama Responden : Umur :
Kelas : Sekolah :

PETUNJUK
  • Berilah tanda silang (X) a, b, c, atau d dari jawaban yang Anda anggap paling benar.
  • Isilah biodata Anda jika Anda berkenan (nama bisa dipalsukan).
Isilah angket di bawah ini!
  1. Film porno ( blu film ) mempengaruhi prestasi belajar siswa .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno mempengaruhi semangat belajar siswa .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Vidio porno sebagai bahan hiburan siswa .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Situs – situs porno di hapuskan di dunia maya .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju

  1. Vidio porno member dampak positif bagi siswa .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno ( blu film ) merusak keimanan .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Remaja menggunakan Film porno atas dasar solidaritas sesama teman.
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film – film porno dapat merangsang penontonnya .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno merupakan jembatan menuju kriminalitas .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Setiap hari sya menonton Film Vidio porno .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya banyak memiliki Film porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya sangat senang memiliki banyak CD porno .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya senang menonton Film video porno melalui handphone .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya dapat melakukan banyak hal dengan seringnya menonton film porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Dengan handpone saya sering menonton film porno dikelas .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Orang tua saya tidak tahu kalau saya sering menonton film porno dari pada belajar .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya lebih senang menonton film porno dari pada belajar .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saat SMA saya harus memiliki Film video porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Sebagian waktu saya gunakan untuk menonton video porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno menurunkan prestasi belajar saya di sekolah
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Prestasi belajar saya disekolah meningkat karena sering menonton film porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Dengan menonton film porno saya merasa pintar
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Untuk menjadi siswa berprestasi kita harus memilik CD porno .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno merupakan penghambatan prestasi belajar saya .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Siswa yang menonton Blu Film saat pelajaran sedang berlangsung harus dikembalikan ke orang tua masing masing atas dasar perintah BP dan Kepala Sekolah .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju






    PENGARUH FILM PORNO (BLUE FILM) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA






    Karya Tulis ini disusun sebagai salah satu syarat dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah

    DISUSUN OLEH:
    IRHAM WARU

    DIREVISI OLEH:
    DEVY DARNITASARI
    &
  5. FEBRIANTI PRATIWI


SMA NEGERI 12 MAKASSAR

TAHUN AJARAN

2010-2011




HALAMAN PENGESAHAN
Judul : Pengaruh Film Porno (Blu Film) terhadap Prestasi Belajar
Siswa
Disusun oleh : Irham Waru
Direvisi oleh : 1. Devy Darnitasari
  1. A. Febrianti Pratiwi
NIS / NISN : 1. 086263/9935279347
 2. 086374/9935279076
Asal Sekolah : SMA Negeri 12 Makassar



MENGETAHUI


Kepala SMA Negeri 12 Makassar                                                              Guru Pembimbing 



Drs. Abbas Pandi, MA.                                                                         Dra.Herlina Sulaiman
NIP. 19541231 198303 1 231                                                             NIP. 19621018 198603 2 012





Tanggal Pengumpulan
26 Februari 2011
ABSTRAK

Membahas tema tentang pengaruh Film Porno. ( Blu Film), Terhadap siswa. Tema ini diangkat semata-mata karena melihat prilaku para siswa beberapa tahun ini, semakin menjadi- jadi. Tidak dapat dipungkiri bahwa prilaku- prilaku siswa seperti menonton film porno ( Blu Film),. Tidak lepas dari pengaruh lingkungan siswa yang kurang mendukung. Siswa pada umumnya tidak memikirkan dampak yang akan ditimbulkannya.
Untuk menanggulangi masalah itu, Peran serta pranata pendidikan yang meliputi, keluarga , sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan karena ketiga komponen ini merupakan tempat para remaja. (siswa) mendapatkan pendidikan, penbinaan moral, dfan mengalami proses perkembangan fisik maupun spikologis.
Dalam hal ini ketiga komponen tersebut perlu mengambil beberapa langkah pencegahan dan penanggulangan yang diharapkan dapat menberi dampak yang positif para remaja (siswa) dan dapat memanimilasi Frekwensi pengaruh film porno (Blue Film).
D dalam karya ilmiah ini, juga dijelaskan tentan dampak atau akibat dari pengaruh film porno (Blue Film) terhadap siswa. Dan sanksi yang akan diterima oleh yang bersangkutan, agar orang yang membaca karya ilmiah ini, harus berfikir dua kali sebelum melakukan tindakan ini.




KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan hidayah dan pertolongannya, sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan, guna memenuhi salah satu persyaratan dalam mengikuti proses belajar mengajar di SMA Negeri 12 Makassar.
Berbagai rintangan dan hambatan yang penulis alami selama merevisi karya tulis ini, namun Alhamdulillah akhirnya dengan penuh keuletan dan kesungguhan penulis, sehingga dapat terselesaikan dengan judul, “Pengaruh Film Porno (Blue Film) terhadap Prestasi Belajar Siswa”.
Penulis menyadari bahwa untuk mencapai hasil yang memuaskan tidaklah mudah, karena keterbatasan kemampuan penulis baik dari segi ilmu maupun literatur, sehingga karya ilmiah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun, penulis sangat harapkan untuk menuju ke arah penyempurnaan karya tulis ini.
Karya tulis ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak, maka sepatutnya penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada:
  1. Bapak Drs. Abbas Pandi, M.A., selaku Kepala SMA Negeri 12 Makassar.
  2. Ibu Dra. Herlina Sulaiman, selaku guru pembimbing dalam penyusunan karya tulis ini.
  3. Irham Waru, selaku penulis dari Karya Tulis yang kami revisi ulang dan melakukan penelitian ulang dari teori-teorinya.
  4. Kedua orang tua kami yang memberi motivasi, dorongan, semangat dan doa yang tidak henti-hentinya.
  5. Rekan-rekan se angkatan, atas segala dorongan, saran dan komentar yang diberikan selama praktikum yang kami lakukan hingga penyelesaian karya tulis ini.
Bantuan dan pengorbanan semua pihak semoga mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT, semoga karya tulis ini bermanfaat bagi pembangunan, khususnya dalam pembangunan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.


Makassar, 15 Februari 2011


               Penulis


















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………...………………………………….…………i
HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………….……….. ii
ABSTRAK ……………………………………………………….…..…….…… iii
KATA PENGANTAR………….……………………………………..………… iv
DAFTAR ISI ………………………..……………………………….…………...vi
BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang……………………...……………….………………..1
    2. Rumusan Masalah …………………………….…...……..……...….. 3
    3. Tujuan Penelitian ...………………………………...…...……......…. 3
    4. Manfaat Penelitian……………………...………………………….... 4
    5. Sistematika Penulisan……………………………………………….. 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
    1. Tinjauan Pustaka………..…………………………………………. 5
    2. Kerangka Pikir……………………………….………………..…...24
    3. Hipotesis……………………………………………………………26
BAB III METODE PENELITIAN
    1. Lokasi Penelitian…………………………….……………………..27
    2. Populasi dan Sampel…………………………………..…………...27
    3. Jenis dan Sumber Data………….……………………….…………27
    4. Metode Pengumpulan Data………………………………………..28
    5. Variabel Penelitian...……………………………………………….28
    6. Istrumen Penelitian………..…………………………………...…..29
    7. Metode Analisis……………………..……………………………..30
    8. Pendekatan dan Desain Penelitian…………………………………31
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..…...……………......32
BAB V PENUTUP
    1. Kesimpulan…………………………………….…………………..38
    2. Saran ……………………………………………….…….………..39
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BIODATA PEREVISI
RIWAYAT HIDUP



BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Sering sekali kita mendengar kata-kata porno, sering kali juga kita melihat hal-hal yang porno. Sengaja maupun tidak sengaja kita selalu berhadapan dengan hal ini. Tanpa kita sadari dampak negatif dari hal ini sangatlah besar, apalagi dalam dunia pendidikan. Dan perlu kita garis bawahi, pengaruh luar pada saat generasi muda ini harus kita perhatikan, mereka sangatlah liar, mereka mudah goyang iman.
Sarana teknologi yang canggih, yang salah satu fasilitasnya bisa menampilkan video benar-benar sangat dimanfaatkan oleh para pemuda saat ini, akan tetapi sarana ini mereka buat untuk melihat video yang berbau xxx. Tak hanya itu, mereka juga merekam adegan mereka sendiri saat bermesraan dengan lawan pasangannya. Mungkin maksut mereka dibuat momen yang bagus, padahal tanpa mereka sadari hal ini akan menjadi senjata untuk membunuh mereka sendiri.
Teknologi telah memudahkan video rekaman itu diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dari tua, muda, hingga anak -anak. Razia di sekolah-sekolah sampai tindakan menjatuhkan hukuman terhadap siswa yang kedapatan memiliki rekaman video mesum itu pun seperti menjadi tren pasca beredarnya video porno tersebut.
Ini merupakan reaksi untuk membatasi penyebaran video porno pada anak-anak sebagai pihak yang paling dikhawatirkan menjadi korban dampak sistemik dari video mesum tersebut.
Para orang tua pun dibuat panik. Pasalnya, para orang tua juga ingin mengetahui perihal kabar tersebut.
Dikhawatirkan, anak-anak mereka ikut menonton tayangan tersebut, atau mengikuti berita di media massa atau elektronik.
Sebab, rekaman video tersebut dapat diunduh langsung lewat Internet di warnet-warnet, atau telepon genggam mereka.
Terutama orang tua yang memiliki anak usia sekolah SD, SLTP, atau SLTA.
Alih-alih ingin menjauhkan anak dari pornografi , termasuk larangan untuk menonton video porno tersebut, tanpa disadari, orang tua justru memancing rasa keingintahuan anak.
Misalnya dengan lebih sering membicarakan masalah seputar keberadaan video porno tersebut.
Bahkan, lanjut Lara, orang tua menonton sendiri video tersebut, baik melalui VCD, teknologi HP, atau Internet di rumah.
Termasuk dengan terus-menerus menyaksikan berita-berita yang menyajikan atau membahas masalah video tersebut.
“Ketika ingin menjauhkan, orang tua sebaiknya stop untuk membicarakan masalah video tersebut.
Perkembangan teknologi hingga saat ini, telah beranjak ke arah yang lebih baik. Tetapi perkembangan teknologi sekarang mempunyai dampak negatif yang merusak para penerus bangsa saat ini contohnya, Handphone yang sering digunakan oleh manusia sekarang.
Pada Handphone sekarang ini yang memiliki multi media dan fili-file yang terdapat di dalam handphone itu dapat menyimpang berbagai foto – foto seks dan film porno ( Blu film ) yang dapat merusak citra bangsa dan merusak anak mudah sebagai penerus bangsa.
Sekarang ini di sekolah menengah atas ( SMA ) seolah – olah menjadi peredaran film porno ( Blu film ) hal ini terjadi terjadi karena itensistem para siswa yang tinggi dan rasa ingin tahu dan mengakibatkan mengedarnya film porno ( Blu film )
Secara tredi, finomena film porno ( Blu film ) menjadi hal yang biasa dilakukan oleh siswa, Maka perlu dilakukan pemeriksaan Handphone sekarang ini.
Bagaimana caranya melawan film porno ( Blu film ) agar tidak di komsumsi oleh siswa. Bagaimana motivasi dan pelaksanaan pemusnaan film porno ( Blu film )
Untuk lebih memfokuskanpenelitian penelitian akan di cari data dari beberapa kelas di satu sekolah sebagai sampel.

  1. RUMUSAN MASALAH

Dari Uraian tersebut dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
  1. Apakah penyebab siswa atau pelajar menyukai film porno (Blu Film) ?
  2. Apakah dampak bagi siswa atau pelajar yang selalu menonton film porno (Blu Film) ?
  3. Bagaimana upaya pihak Sekolah menghadapi siswa yang terjerat dalam kasus Film porno ?

  1. TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
  1. Untuk mengetahui apa penyebab siswa atau pelajar yang menyukai film porno (Blu Film).
  2. Untuk mengetahui seberapa besar dampak bagi siwa atau belajar yang selalu menonton film porno (Blu Film).
  3. Untuk mengetahui upaya apa saja yang di lakukan pihak Sekolah menghadapi siswa yang terjerat dalam kasus Film porno.
  1. MANFAAT PENELITIAN
Manfaat karya tulis ini yaitu dapat memberi kesadaran dan pemahaman bagi siswa bahwa menonton film porno itu memberi dampak yang buruk bagi prestasi belajar siswa.
  1. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut.
Bab I merupakan bab pendahuluan yang mengungkapkan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II merupakan bab tinjauan pustaka dan kerangka pikir yang menguraikan tentang tinjauan pustaka dan kerangka pikir.
Bab III merupakan bab metodologi penulisan yang menjelaskan sumber data, metode pengumpulan data.
Bab IV merupakan bab pembahasan yang berisi tentang narkotika di kalangan remaja.
Bab V merupakan bab penutup yang menguraikan kesimpulan dan saran.




BAB II
LANDASAN TEORI




  1. TINJAUAN PUSTAKA
1. Pengertian film porno
Film porno ( Blu film ) merupakan sebuah aksi atau adengan nyata yang dimainkan oleh dua jenis manusia yaitu laki-laki dan perempuan yang sering di komsumsi oleh para siswa ( Remaja ). Biasanya film porno banyak terdapat di Handphone ( HP ) dan sebagian besar para remaja ( siswa ) banyak memiliki karena merasa film porno merupakan suatu hibuan atau penghilang stres.
Kemunculan film porno merupakan penghancur kebudayaan nilai dan norma masyarakat karena kemunculan film porno yang sering dikomsumsi para reaja ( siswa ) mengdorong rasa ingin tahu atau ingin melakukan apa yang dilihat pada film porno.
Akibat – akibat dari pengaruh film porno ( Blu film ) bagi remaja ( siswa ) :
1. Kumpul kebo
2. Ciuman
3. Seks
4. Hamil di luar nikah
Dari keempat akibat diatas yang sering terjadi kepada para remaja ( siswa ) yaitu hamil di luar nikah.
Adapun beberapa hal yang harus kita perhatikan apa dampak negatif apabila sesekali kita pernah menonton film beradegan syetan semacam ini :
  1. Secara otomatis pikiran akan berubah, akan sering berfatamorgana, tidak fokus dengan apa yang menjadi kewajiban seperti sekolah, ibadah, belajar, mengaji ataupun yang yang berhubungan dengan kewajiban.
  2. Kehilangan semangat dan tenaga, kewajiaban akan ditinggalkan, maksiat terus dilakukan.
  3. Cenderung berbuat nekat, tidak ada istilah hukuman bagi mereka.
  4. Kurang menghormati orang yang lebih tua dari dia, hilangnya sopan santun.
  5. Menguangi semangat dalam beraktifitas.
Beberapa hal yang saya sampaikan diatas, berdasarkan pengamatan saya semenjak saya mulai mengajar di tingkat sekolah menengah atas. Umur-umur seperti inilah yang sangat rawan bagi penerus generasi bangsa. Hal ini kita sebagai orang yang sadar, peduli akan Indonesia di masa mendatang alangkah lebih bagusnya jika kita mampu mengendalikan mereka. Memberikan arahan, memberikan bimbingan kepada mereka.
Solusi menurut saya bagi mereka adalah kita harus mampu membuat mereka sibuk. Memberikan tugas sekolah tetapi menyenangkan bagi mereka, menarik bagi mereka. memberikan arahan apa dampak negatif dari hal semacam judul artikel ini. Dan semua ini tak lepas dari kedua orang tua atau orang yang ada didekat mereka, orang tua ini adalah pengganti pembimbing pada saat mereka diluar jam pelajaran.
Tontonan-tontonan acara televisi sekarang ini cenderung kepada hal-hal yang romantis yang sama sekali tidak mendidik para generasi muda ini. Acara sinetron cinta, acara telenovela, kebanyakan ke hal-hal yang justru mempengaruhi pola pikir mereka yang belum saatnya mereka lakukan. Tugas mereka hanyalah belajar dan berkreasi positif, yang bisa bermanfaat bagi diri mereka, bagi orang didekat mereka, khususnya bagi orang tua mereka, dan umumnya bagi dunia pendidikan dan bagi Agama dan Negara.
2. Pengertian prestasi
Ada beberapa pendapat tentang pengertian berprestasi, akan tetapi pada dasarnya pendapat yang satu tidak berbea dengan pendapat lainnya. Prestasi adalah hasil oleh seseorang setelah melakukan pekerjaan. Pendapat lainnya mengatakan bahwa prestasi adalah hasil yang diperoleh seseorang dari satu periode ke priode lainnya yang menunjukkan adanya perubahan ke arah kemajuan persamaan kedua pangkat itu adalah bahwa prestasi perlu di capai seseorang dapat dikatakan berprestasi apabila ada kemajuan. ( Uddin Rafi 1994 : 25 ).




B. KERANGKA PIKIR
Film porno ( Blu film ) merupakan perilaku menyimpang yang dimiliki para remaja ( siswa ) dan akan menghambat prestasi belajar. Akibat – akibat film porno yaitu : kumpul kebo, seks, ciuman, dan hamil di luar nikah. Hubungan antara film dan prestasi akan dijelaskan sebagai berikut :
Prestasi bukanlah bentuk prilaku yang di bawah sejak lahir, tetapi hasil dari usaha karena pengertian prestasi adalah merupakan hal yang di capai oleh seseorang setelah melakukan pekerjaan.
Oleh sebab itu ada pengaruh negatif yang timbul antara pengaruh film porno terhadap prestasi belajar siswa, prestasi sebagai sala satu hal penting yang banyak berkaitan dengan faktor lain. Sebagai suatu hal yang melibatkan proses psikis dan fisik sebagai hal yang berupaya memahami pemikiran atau kemampuan seorang siswa, hal ini berkaitan dengan pengaruh film porno ( Blu film ) terhadap prestasi belajar siswa.
Oleh sebab itu, di duga ada pengaruh negatif yang di timbulkan antara film porno , kemampuan otak siswa serta prestasi yang di capai.
Untuk lebih jelasnya bagan kerangka pikir digambarkan sebagai berikut :
KERANGKA PIKIR

Gambaran film
Porno ( blu film )


Pengkomsumsian
Film porno ( blu film )

Prestasi belajar
siswa
Analisis
Analisis






























  1. Kerangka Pikir Perevisi


PENGARUH FILM PORNO ( BLU FILM)
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA





VARIABEL BEBAS
Pengaruh Film Porno


VARIABEL KONTROL
Film Porno (Blue Film)

VARIABEL TERIKAT
Prestasi Bealajar Siswa







HIPOTESIS
Ho: Film Porno (Blu Film) tidak mempengaruhi prestasi belajar siswa
Hi : Film Porno (Blu Film) tidak mempengaruhi prestasi belajar siswa.








PENGUMPULAN DATA




ANALISA DATA




KESIMPULAN







HIPOTESIS PENELITIAN

Dari hasil analisis teori di ata di tarik kesimpulan teoritas yang juga menjadi hipotesis penelitian sebagai berikut :
Terdapat pengaruh negatif antara film pono ( Blu film ) terdapat prestasi belajar siswa.






BAB III
METODE PENELITIAN

  1. Lokasi Penelitian
Dalam penulisan penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada pengaruh Film Porno (Blue Film) terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2011 sampai 1 Februari 2011.

  1. Populasi dan Sampel
Populasi adalah sekelompok elemen yang lengkap. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja.
Sedangkan sampel yaitu himpunan bagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili populasi penelitian. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari masyarakat yang ada di Kota Makassar.
Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Sampling Sistematis dimana pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

  1. Jenis dan Sumber Data
        1. Jenis Data
  1. Data kuantatif yaitu data yang berbentuk pengolahan angka atau bilangan atau data numerik untuk dapat menghasilkan penafsiran yang kokoh.
  2. Data kualitatif yaitu data yang diperoleh berupa pernyataan atau tulisan yang dijadikan pertimbangan dalam memperoleh suatu kesimpulan untuk memperjelas pemecahan masalah berupa tanggapan responden.
        1. Sumber Data
  1. Data Primer adalah data yang diperoleh melalui hasil penelitian langsung terhadap obyek yang diteliti. Data tersebut diperoleh melalui metode wawancara, observasi, dan hasil angket dari responden. Jawaban responden kemudian diberi skor dan ditabulasikan.
  2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari berbagai sumber, antara lain dari dokumentasi/tulisan (buku-buku, laporan-laporan, karya ilmiah dan hasil penelitian) dan dari informasi pihak-pihak yang berkaitan dengan kajian yang diteliti.

  1. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
  1. Riset kepustakaan, adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara melakukan peninjauan pustaka dari berbagai literatur karya ilmiah, majalah, dan buku-buku yang menyangkut teori-teori yang relevan dengan masalah yang dibahas.
  2. Riset lapangan, adalah metode pengumpulan data yang dilakukan di lokasi (objek penelitian) secara langsung yang terdiri dari :
    1. Observasi, yaitu mengadakan pengamatan secara langsung pada siswa yang selalu menonton Film Porno (Blu Film).
    2. Angket, untuk mengetahui lebih jelas pemahaman siswa terhadap dampak yang diberikan oleh Film Porno (Blu Film).

  1. Variabel Penelitian
Berdasarkan pokok permasalahan dan hipotesis yang telah dikemukakan, maka variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:
        1. Variabel independen (variabel bebas) yang dilambangkan dengan (x) adalah faktor yang mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas dalam hal ini adalah Film Porno (Blu Film).
        2. Variabel dependen (variabel terikat) yang dilambangkan dengan (Y) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel independen. Dalam hal ini variabel dependen adalah siswa atau pelajar.
Variabel dan Defenisi Operasional
Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua variable yaitu variable bebas dan variable terikat. Variabel bebas yang di maksud adalah variable yang mendahului atau yang mempengaruhi variable terikat. Adapun variable bebasnya adalah film porno ( blu film ). Sedangkan variable terikat atau variable yang di pengaruhi adalah prestasi belajar siswa dengan symbol Y.

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang variable yang di teliti, maka secara operasional variable-variabel tersebut di berikan batasan pengerian sebagai :
  1. Berdasarkan uraian di atas, prestasi belajar di denefisikan sebagai tingkat kemampuan ( potensi ) dan minat dalam melaksanakan proses belajar.
  2. Film porno ( blu film ) merupakan sarana hiburan bagi sebagian besar dalam mamacau keinginan siswa untuk belajar agar dapat meningkatkan prestasi belajar yang lebih baik yang meliputi kemampuan dan pemahaman organisasi maupun non organisasi { Deep structure organization ornonaganization }


  1. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrument penelitian yang telah dikembangkan oleh Dessy Sutianto (2007) yang terdiri dari 10 pertanyaan angket sesuai dengan variabel penelitian yang digunakan. Angket untuk disebarkan kepada responden yang merupakan bagian dari anggota organisasi. Angket ini berisi pertanyaan-pertanyaan sehubungan dengan judul karya tulis penulis. Alat ukur yang digunakan untuk angket ini adalah metode skala likert. Metode ini merupakan metode penskalaan, pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respons sebagai dasar penentuan skalanya. Untuk melakukan penskalaan dengan metode ini responden diminta untuk menyatakan kesesuaian atau tidak kesesuaian terhadap isi pertanyaan dalam 4 kategori jawaban yakni dengan skala sebagai berikut.
  1. Skala 1 = sangat rendah
  2. Skala 2 = rendah
  3. Skala 3 = baik
  4. Skala 4 = sangat baik
Untuk mengantisipasi agar jawaban yang diperoleh adalah jawaban yang sesungguhnya pasti atau bukan ragu-ragu, maka penulis meniadakan pilihan jawaban ragu-ragu (Undecided). Hal ini sesuai dengan pernyataan Hadi Sutrisno dalam Sutianto (2007). Alas an untuk meniadakan jawaban ragu-ragu adalah: 1) Kategori Undecided mempunyai arti ganda. Bisa diartikan belum bias member jawaban, netral atau ragu-ragu. Kategori yang memiliki arti ganda (multi intertable) ini diharapkan dalam instrument. 2) Tersedianya jawaban di tengah menimbulkan kecenderungan menjawab ketengah (central tendesi effect) terutama bagi mereka yang ragu-ragu atas kecenderungan jawabannya. 3) Disediakan jawaban di tengah akan menghilangkan banyaknya data penelitian, sehingga mengurangi banyaknya info yang sepatutnya dapat diperoleh dari responden.


  1. Metode Analisis
Analisis data dilakukan dengan cara menganalisa jawaban-jawaban yang telah diberikan responden yang tercantum pada angket. Teknik analisis data yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis stalitis infrensional korelasional. Teknik penulis, uji statistik yang dipergunakan adalah produknya momen pearson dengan rumus sebagai berikut :
n x y – (x) (y)
R x y =
{n x2 – (x)2 }{y2- (y)2}
Keterangan :
R = Keofisien Korelasi
x = Skor butir item dari variabel x
y = Skor butir item dari variabel y
∑ x y = Hasil kali dengan skor butir item
N = Jumlah sampel

H. Pendekatan dan Desain Penelitian
Data yang akan di kaji dan dibahas dalam penelitian ini adalah data yang termasuk kedalam penelitian expos facto. Oleh karena itu, untuk mencari korelasi diantara 2 ( dua ) perubahan yang di teliti maka penulis menggunakan pendekatan kuantitatif untuk selanjutnya di analisis dengan menggunakan teknik korelasi.
Adapun desain tentang hubungan dan model keterkaitan di antara dua peubah yang di gunakan dalam penelitian ini dapat di pilih seperti di bawah ini :
X Y
Di mana :
-X : Pengaruh film porno ( Blu Film )
-Y : Perestasi belajar.







BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



  1. Hasil Penelitian
              1. Hasil Angket / koesioner
Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan membagikan angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai variabel x dan y, koesioner yang telah diberikan kepada responden selanjutnya ditanggapi dengan memberikan tanda cheklist (√) guna memperoleh data untuk kemudian dikelola oleh kami selaku peneliti.
Angket berisi masing-masing 10 pertanyaan dengan 4 jenis pilihan tanggapan yang masing-masing memiliki point berikut pilihan tanggapan :
Sangat Setuju (SS) : 4 poin
Setuju (S) : 3poin
Tidak Setuju (TS) : 2 poin
Sangat Tidak setuju (STS) : 1 poin
















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A .Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut.
        1. Siswa sering menonton Film Porno (Blu Film) karena ingin tahu, dan ingin di katakan sebagai siswa atau pelajar yang bersolidaritas.
        2. Dampak yang di timbulkan bagi siswa atau pelajar yang selalu menonton Film Porno (Blu Film) adalah
  • Secara otomatis pikiran akan berubah, akan sering berfatamorgana, tidak fokus dengan apa yang menjadi kewajiban seperti sekolah, ibadah, belajar, mengaji ataupun yang yang berhubungan dengan kewajiban.
  • Kehilangan semangat dan tenaga, kewajiaban akan ditinggalkan, maksiat terus dilakukan.
  • Cenderung berbuat nekat, tidak ada istilah hukuman bagi mereka.
  • Kurang menghormati orang yang lebih tua dari dia, hilangnya sopan santun.
  • Menguangi semangat dalam beraktifitas.
3. upaya yang dilakukan pihak sekolah untuk menghadapi siswa atau pelajar yang terjerat dalam kasus Film Porno (Blu Film) adalah melakukan tindakan yaitu mengembalikan siswa kepada orang tua.
Dan semestinya Sekolah mengeluarkan peraturan yang lebih disiplin lagi yaitu merasia heandpone ataupun tas siswa, Film porno ataupun membawa kaset Blu Film di sekolah kadang dilakukan siswa.
B. Saran
  1. Sebaiknya Film porno (Blu Film) di hindari karena hal itu berdampak pada penonton Film Porno itu sendiri.
  2. Jaringan yang menyangkut pornografi sebaiknya dihilangkan atau dihapuskan agar menghindari pengunduhan vidio porno secara mudah dilakukan oleh siswa.
  3. Lebih mendidik anak yaitu sebagai siswa disekolah agar tidak terjerat dalam kasus Film Porno ataupu siswa penggemar nonton Film Porno (Blu Film).
  4. Mengajarkan anak agar dapat bersosialisasi dalam lingkungan keluarga dengan baik agar tidak mudah terpengaruh oleh bujuk rayuan teman untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan.






    DAFTAR PUSTAKA

    http://hernatreu.wordpress.com/2008/11/13/pornografi/, dikujungi tanggal 9 februari 2011.



    LAMPIRAN





    PETUNJUK PENGISIAN KOESIONER PENELITIAN
  5. Koesioner ini dilakukan dalam rangka melengkapi data penelitian untuk membuat karya ilmiah dengan judul “PENGARUH FILM PORNO ( BLU FILM ) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA’’.
  6. Pengisian koesioner ini tidak berdampak negative terhadap prestasi atau tugas-tugas saudara dan jawaban tetap dijaga kerahasiaannya.
  7. Saudara diharapkan memberi jawaban dengan sejujurnya dan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Soal pernyataan, isi jawaban sesuai option yang tersedia jika a.Sangat setuju , b.Setuju , c.Tidak setuju , d.Sangat tidak setuju .
  1. Terima kasih atas bantuan dan partisipasi saudara mengisi koesioner ini dengna bantuan saudara memperlancar penelitian dalam penyusunan karya ilmiah.

Peneliti : Devy Darnitasari & Andi Febryanti pratiwi
Kelas : XII IPA 1 ( exact one )








LAMPIRAN ANGKET PENELITIAN
PENGARUH FILM PORNO ( BLU FILM)
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

Nama Responden : Umur :
Kelas : Sekolah :

PETUNJUK
  • Berilah tanda silang (X) a, b, c, atau d dari jawaban yang Anda anggap paling benar.
  • Isilah biodata Anda jika Anda berkenan (nama bisa dipalsukan).
Isilah angket di bawah ini!
  1. Film porno ( blu film ) mempengaruhi prestasi belajar siswa .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno mempengaruhi semangat belajar siswa .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Vidio porno sebagai bahan hiburan siswa .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Situs – situs porno di hapuskan di dunia maya .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju

  1. Vidio porno member dampak positif bagi siswa .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno ( blu film ) merusak keimanan .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Remaja menggunakan Film porno atas dasar solidaritas sesama teman.
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film – film porno dapat merangsang penontonnya .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno merupakan jembatan menuju kriminalitas .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Setiap hari sya menonton Film Vidio porno .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya banyak memiliki Film porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya sangat senang memiliki banyak CD porno .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya senang menonton Film video porno melalui handphone .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya dapat melakukan banyak hal dengan seringnya menonton film porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Dengan handpone saya sering menonton film porno dikelas .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Orang tua saya tidak tahu kalau saya sering menonton film porno dari pada belajar .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saya lebih senang menonton film porno dari pada belajar .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Saat SMA saya harus memiliki Film video porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Sebagian waktu saya gunakan untuk menonton video porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno menurunkan prestasi belajar saya di sekolah
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Prestasi belajar saya disekolah meningkat karena sering menonton film porno
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Dengan menonton film porno saya merasa pintar
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Untuk menjadi siswa berprestasi kita harus memilik CD porno .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Film porno merupakan penghambatan prestasi belajar saya .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju
  1. Siswa yang menonton Blu Film saat pelajaran sedang berlangsung harus dikembalikan ke orang tua masing masing atas dasar perintah BP dan Kepala Sekolah .
  1. Sangat setuju
  2. Setuju
  3. Tidak setuju
  4. Sangat tidak setuju







BIODATA PENULIS

Nama lengkap : Andi Febrianti Pratiwi 
Tempat, Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 23 Februari 1993
Agama : Islam
NIS / NISN :  9935279076
Asal Sekolah : SMA Negeri 12 Makassar
Kelas : XII IPA 1
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat Rumah, No. Telp. (HP) : Jl. Batua Raya 3  
Alamat Sekolah, No. Telp. : Jl. Moha Lasuloro No. 57 Antang
Makassar, Telp. (0411) 492942





Makassar, 26 Februari 2011
TandaTangan


                                                                                         Andi Febrianti Pratiwi
NIS 9935279076









RIWAYAT HIDUP

Andi Febrianti Pratiwi adalah anak pertama dari pasangan Rifai M. dan Andi Fatmawati. Lahir di Ujung Pandang tanggal 23 Februari 1993. Beliau bertempat tinggal di batua raya 3. Ia memulai pendidikannya di TK Aisyah Bustanul Atfal Babussalam tahun 1998-1999 dan melanjutkan sekolahnya di SD Inp. Batua 1 pada tahun 1999-2005. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 08 Makassar tahun 2005-2007 dan sekarang sedang menjalankan studinya di SMA Negeri 12 Makassar.








BIODATA PENULIS

Nama lengkap : Devy Darnitasari
Tempat, Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 23 October 1993
Agama : Islam
NIS / NISN : 9935279347
Asal Sekolah : SMA Negeri 12 Makassar
Kelas : XII IPA 1
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat Rumah, No. Telp. (HP) : Jl. Batua Raya 10
Alamat Sekolah, No. Telp. : Jl. Moha Lasuloro No. 57 Antang
Makassar, Telp. (0411) 492942





Makassar, 26 Februari 2011
TandaTangan


Devy Darnitasari
NIS :9935279347









RIWAYAT HIDUP

Devy darnitasari adalah anak pertama dari pasangan Jufri dan Hayati. Lahir di Ujung Pandang tanggal 23 oktober 1993. Beliau bertempat tinggal di batua raya X. Beliau memulai pendidikannya di TK BLKI tahan 1998-1999 dan melanjutkan sekolahnya di SD Inp. Borong pada tahun 1999-2005. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 08 Makassar tahun 2005-2007 dan sekarang sedang menjalankan studinya di SMA Negeri 12 Makassar.










1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus